Khotbah Ekspositori
Tema : Rahasia dalam kemerdekaan yang sesungguhnya
Ayat : 8:31-32
Pendahuluan : Dalam sejarah Indonesia dikatakan bahwa Negara kita telah merdeka di bulan agustus 1945 dari penjajahan, baik dari belanda ataupun jepang. Pengertian merdeka maksdunya sudah menjadi Negara bebas yang mengatur negaranya sendiri tanpa intimidasi. Negara Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki kekayaan alam yang dapat mensejahterakan rakyatnya. Memiliki tambang minyak, tambang intan di irian, memiliki kekayaan hasil laut dan lain-lain. Negara singapura harus membeli hasil alam karena tidak memproduksi namun ironisnya meskipun menjadi Negara yang kaya akan hasil alam tetapi rakyatnya masih dijajah dari kemiskinan dan korupsi. Meskipun dikatakan merdeka sesungguhnya masih belum merdeka.
Demikian juga banyak umat Kristen yang sudah merdeka atas penebusan Yesus Kristus namun masih terikat di dalam kutuk dan dosa. Masih banyak orang Kristen lahir baru tapi tidak bisa meninggalkan dosa lamanya atau kebiasaan buruknya. Banyak orang Kristen yang melayani di gereja namun kehidupan mereka rumah tangganya hancur berantakan tidak sedikit yang berujung di perceraian. Atau mereka yang mengatakan lahir baru namun sebenarnya masih terikat dosa. Bahkan hamba Tuhan pun masih ada yang terikat atas dosa popularitas, keangkuhan karena menjadi hamba Tuhan terkenal sehingga tidak dapat rendah hati.
Dengan demikian kita menemukan bahwa sesungguhnya ada sebuah rahasia besar yang tersembunyi sehingga seseorang dapat melepaskan diri dari keterikatannya dari dosa dan kutuk diantaranya :
a) Percaya , dalam ayat 31a “Maka kataNya kepada orang Yahudi yang percaya kepadaNya”.
Untuk menerima kebenaran yang memerdekakan itu memang harus diawali dengan percaya. Percaya bukanlah hal sepeleh karena percaya itu sendiri memiliki tuntutan berikutnya. Banyak orang Kristen cukup hanya sampai percaya saja, asal sudah menerima Tuhan sebagai juruselamat pasti masuk sorga, jadi kehidupan yang lain masa bodoh. Padahal menjadi percaya merupakan awal saja.
b) Tinggal diam dalam Firman Tuhan, dalam ayat 31b “jikalau kamu tetap dalam FirmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu.
Selanjutnya bukan hanya sampai menajdi percaya dan merasa cukup, tetapi harus sampai menjadi murid, bukan murid biasa tetapi benar-benar murid. Tuhan menegaskan dengan kata benar-benar murid. Bagaimana supaya menjadi murid yakni dengan tetap dalam Firman, maksudnya adalah mendengarkan Firman Tuhan, memahami/mengerti Firman Tuhan dan melakukan Firman Tuhan. Kalau kita melakukan semua itu maka kita sampai dalam tahap benar-benar murid. Untuk menjadi murid pun bukanlah suatu hal yang mudah.
· Mendengarkan Firman, kesulitan dalam hal ini mendengarkan, bukan karena tuli tapi telinganya enggan mendengarkan. Bahkan saat mendengarkan khotbah, begitu banyak gangguan dalam mendengarkan, terkadang mulai ngobrol dengan jemaat disebelah atau hayalan pikiran menerawang jauh atau tubuh ada di dalam gereja tapi hati masih memikirkan masalah kehidupan yang sulit. Demikian juga saat membaca Alkitab, hati ini berusaha untuk membaca tapi lebih sering mengalami gangguan ngantuk. Alkitab hanya menajdi mujarab untuk obat tidur.
· Mengerti Firman, inipun sering mengalami kesulitan. Misalkan saja seorang dosen berusaha menjelaskan apa yang dipahaminya namun yang dapat disampaikan melalui bibirnya mungkin hanya terucapkan 80% saja dari semua pemahamannya, murid yang mendengarkan berusaha memahami pengajaran dosen tersebut namun yang dapat ditangkap mungkin hanya 60% saja, belum lagi jika mengalami gangguan disekitar, atau masalah pribadi, atau kesulitan memahami apa yang disampaikan.
· Melakukan Firman, dan ini adalah yang paling sulit yaitu melakukan Firman Tuhan. Kalau hanya samapi melayani itu tidaklah sulit. Yang sulit adalah menjaga kekudusan. Untuk melakukan Firman sering ada harga yang harus dibayar. Misalkan saja harus keluar dari pekerjaan karena perusahaan tidak sesuai dengan Firman tuhan. Harus tersenyum dan tetap gagah disaat kantong kosong. Harus member disaat sedang kekuranagn. Harus mengasihi disaat ingin membenci. Dan masih banyak lagi.
Untuk melakukan mendengarkan, mengerti dan melakukan Firman Tuhan saya jamin tidak mungkin seseorang bisa melakukannya tanpa Roh kudus. Jika roh Kudus yang menjadi guru kita maka semua itu dapat dilakukan dengan rasa sukacita. Dan selama ada kerinduan untuk hidup benar maka Roh kudus pasti bekerja dalam kehidupan kita.
Menjadi murid berarti dapat mengikuti ajaran dari guru yang mengajarnya. Menerima apa yang telah diajarkan dan dapat melakukannya dengan sepenuh dan tidak setengah-setengah, mempelajari apa yang perlu diipelajari dari guru besar, dan berusaha memahaminya dengan penuh dan memberika perubahan melalui hidup yang diharapkan ada dalam hidup orang benar. Stelah menjadi murid maka tahap selanjutnya adalah
c) Mengetahui dan menerima kebenaranNya, ayat 32 “ kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakanmu.
Mengetahui merupakan bagian dari ayat proses menuju tujuan. Jika memang kita ingin dimerdekakan, ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu :
· Pikiran manusia terbatas. Pada ayat 33 Yesus telah berbicara, respom ,mereka “bagaiman engkau dapat berkata….” Menunjukkan bahwa mereka tidak dapat memahami maksud Yesus. Kebenaran Tuhan tidak dapat dipahami dengan logika manusia. Otak manusia hanyalah segemgam tangan tapi hikmat Tuhan tidak terbatas. Seseorang dapat melihat batu karang yang ada diatas permukaan air sehingga dapat mengethaui besarnya batu karang, namun sebenarnya dia tidak tahu akan besar sebenarnya dari batu karang tersebut karena tidak melihat apa yang terdapat di bawah air. Demikian hanya kebenarnnya yang didalam Tuhan tidak dapat dimengerti hanya dengan akal pikiran saja.
· Pikiran manusia yang terbatas hanya bisa memahmi pikitan tuhan dengan pertolongan roh kudus. Jika Roh kudus memberikan penjelasan maka segala sesuatu akan dimengerti dengan sendirinya. Bahkan saat ada kesempatan melakukan dosa pun tidak akan dilakukannya karena akan merasa rugi jika melakukan dosa yang hanya dinikmati dalam waktu sekejap tapi penyesalannya abadi.
Cara berpikir, cara ,memecahkan masalah, cara menghadapi masalah, cara berbicara dan cara membuat keputusan itu akan berbeda untuk seorang yang telah menerima kebenaran yang memerdekakan dengan orang yang masih di dalam kutuk. Kesenangannya memuji dan suka Firman Tuhan serta memiliki karakter Kristus. Itu tidak dibuat-buat tetapi memang seperti itulah pribadi yang dimerdekakan. Bahkan tidak pernah takut akan kamatian. Dan yang paling indah dari semua itu ialah hikmat Tuhan selalu datang di pikiran bagaikan air terjun yang deras mengalir sehingga tanpa sadar bibirnya hanya mengucap “terima kasih Tuhan/haleluya/puji Tuhan”.
Aplikasi : Dengan demikian dalam kehidupan kita, bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk ingin menanggapi kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah yang diawali dengan sebuah perubahan hidup yang sungguh-sungguh. Semua ini terkendala karena manusia terbatas dalam daya piker dan usaha, dengan dilengkapi natur kebrdosaan manusia yang lebih memilih dosa daripada hidup benar. Untuk dapat menanggapi kebenaran yang memberikan kemerdekaan yang sesungguhnya itu, hendaknya kita mau mulai denagn percya, percaya bahwa kebenaran ini adalah kebenaran yang mutlak bahwa orang yang ingin merdeka harus lepas dari dosa, dan itulah kebenaran yang dapat memrdekakan sungguh-sungguh hidup seseorang.
Karena itu, marilah kita semua dapat melihat kembali, apakah kita sudah memiliki komitmen yang sungguh untuk menggenggam kebenaran yang memerdekakan ini. Sepenuhnya dengan pertolongan dan kehendak tuhan dalam hidup kita orang percaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar